Masalah-masalah Printer

Posted by dr.printer On Jumat, 11 Oktober 2019 2 komentar
Dari komentar-komentar di blog ini baik berupa pertanyaan atau pengalaman khususnya mengenai masalah mencetak dengan printer. Masalah-masalah yang sering dihadapi ternyata hampir serupa atau mirip. Untuk kali ini saya hanya akan merangkumkan dari sekian masalah yang sering dihadapi dan saya kelompokan menjadi beberapa kategori masalah dan beberapa contoh Solusinya juga.
Hasil cetakan bergaris atau keluar namun warna pudar
Kemungkinan penyebabnya:
  • Ada gelembung udara dalam cartridge (kemungkinan bisa disebabkan saat penyuntikan/pengisian ulang cartridge)
  • Print head kemungkinan tersumbat oleh tinta yang kering (bisa disebabkan karena jarang dipergunakan)
  • Print head rusak/tergores/posisi berubah karena kerusakan fisik
  • salah dalam pemasangan cartridge
  • Ada yang kehabisan tinta untuk warna tertentu atau semuanya
  • Salah settingan pada komputernya
Contoh solusi:
  • Bersihkan dengan cara melakukan head cleaning selama 2-4 kali untuk mengeluarkan gelembung udara yang ada di dalam cartridge (baca manual printer sesuai dengan printernya)
  • Pasang kembali yakinkan secara benar catridenya, matikan dan hidupkan kembali untuk meyakinakan bahwa setatus cartridge telah berubah.
  • Ganti cartridge yang lama/rusak
  • Jaga benar jangan sampai membuka seal film bagian bawah walo keluaran bergaris atau tak keluar sama sekali
  • Cek kembali yakinkan saat anda mencetak tidak dalam settingan kualitas cetakan draft atau super ekonomi
  • Ganti print head lama atau yang rusak
Hasil cetakan tak keluar sama sekali
Kemungkinan penyebabnya:
  • Banyak gelembung udara di dalam cartridge
  • Printer dan uzur (tua) atau rusak atau tertutup bagian print head-nya
  • Label berwarna (kuning) tak dibuang
Contoh solusi:
  • Bersihkan dengan cara melakukan head cleaning selama 2-4 kali untuk mengeluarkan gelembung udara yang ada di dalam cartridge (baca manual printer sesuai dengan printernya)
  • Kocok cartridge beberapa kali (3-4) sebelum memasangnya
  • Buang lebel kuning supaya udara bisa mengalir untuk mencetak secara normal
  • Jaga benar jangan sampai membuka seal film bagian bawah walo keluaran bergaris atau tak keluar sama sekali
Printer tak mengenali cartridge yang baru dipasang
Kemungkinan penyebabnya:
  • Cartridge tak terpasang dengan benar
  • Menyentuh chip kecil pada cartridge dengan tangan atau juga chip tersebut kotor/basah (chip ini mudah rusak)
  • Rusaknya sebagian jalur (rangkaian pada cartridge)
Contoh solusi:
  • Pasang kembali yakinkan secara benar catridenya, matikan dan hidupkan kembali untuk meyakinakan bahwa setatus cartridge telah berubah.
  • Gunakan kain bersih dan kering untuk membersihkan chip bila chipnya memang kotor
  • Cek jalur rangkaiannnya jika ada yang rusak
  • Jika memang tak dimungkinkan tuk diperbaiki beli aja yang baru
Setelah dipasang cartridge baru ada peringatan bahwa cartridge yang terpasang tidak asli
Kemungkinan penyebabnya:
  • Pesan yang umum dari produsen untuk pengguna 
Contoh solusi:
  • Pesan ini abaikan saja jika ada pertanyaan jawab aja “yes” atau lalukan sesuai permintaan, kasus ini tak mempengaruhi kualitas hasil cetakan dengan printer tersebut
Setelah mengganti Cartridge baru, masih tetap keluar peringantan “Tinta habis”
Kemungkinan penyebabnya:
  • Hal ini bisa disebabkan karena sewaktu kita mengganti cartridge posisi printer dalam keadaan mati, sehingga memory printer masih tetap dalam keadaan sebelumnya “tinta habis”
Contoh solusi:
  • Matikan dan hidup kan lagi printer, proses mencetak akan dilanjutkan kembali 
READ MORE

Tips Hemat isi Ulang Printer EPSON L 100 dan L200

Posted by dr.printer On Jumat, 28 Oktober 2011 1 komentar
bagi pengguna printer epson L100 dan L200 mari kita berbagi pengalaman dan berbagi serial number tinta

buat yg belum ngerti. berhubung printer seri ini ngga bisa diisi dengan tinta biasa begitu saja, maka cara ngakalinnya dengan mengisi serial number setelah kita isi tinta biasa. Nah, buat serial number yg udah ngga kepake bisa kita share disini.


Silakan kirim via pm, nanti saya balas dengan serial number tinta yang saya punya. lumayan kan, waktu beli printer baru dapet 3 botol tinta hitam dan 3 botol tinta warna


ayo.. kita berbagi disini
READ MORE

Serial Number Epson L100/L200

Posted by dr.printer On 1 komentar
Buat yang pake L100/L 200 tapi ga pake tinta original, silakan pake serial number Berikut ini :


BLACK 


E9E-PPZ-RSX-X353
T2D-YL2-5L6-2V3G
GMZ-FHK-CHN-CN8A
32F-K4D-5V6-GB9F
UGZ-YAU-W38-QWYF
F6U-NNF-GWT-9L5M
X9Z-ZYB-N99-VLHNB
LRP-K8F-WPL-EPEQ


MAGENTA


D6D-EWB-VB6-NWTQ
U84-XWC-LH3-K4AG
74U-ECC-4UP-5LC5
5DN-VQN-8N5-NU5C
S5W-9GV-Q76-UKZC


YELLOW


G53-D8P-C7X-L4QY
KA6-TUP-A53-ND43
AXQ-PMR-BKJ-A5VM
DZ7-8RV-GJ4-C2GC
3MC-EVH-88Z-3YGA


CYAN

EY9-2VW-ZZY-2UBC
QFV-2QU-Q59-E25G
QJ9-PBE-W93-3725
VUZ-LAN-C78-R3BR
8MS-NK6-G9L-4DA5
READ MORE

Tips hemat & prosedur pengisian tinta Epson L100

Posted by dr.printer On 0 komentar
Kebetulan sudah 1 bulan ini beli printer epson L100.  cari2 artikel seputar epson L100 buat jaga2 kalo bermasalah
Printer ini sudah build in tabung infus dari pabriknya, jadi jaminan lebih bagus daripada sistem infus konvensional
Namun sayang, tinta botolanya masih agak mahal,  sementara kalo diisi tinta merk lain tidak akan jalan
Kenapa tidak jalan? Karena setiap tinta habis, indikator pengisian ulang tinta harus disertai serial number yang berbeda2 yang  tercantum pada label botol.
SOLUSINYA
Jika ingin tetap bisa menggunakan tinta merk lain, bisa saling bertukar serial number
Bagi yang sama2 punya printer Epson L100 atau L200 baru pasti akan mendapatkan 3 botol tinta hitam dan 3 botol warna C, M, Y
Serial number yang simasukkan ke 1 printer masih bisa digunakan untuk printer yang lain baik seri L100 atau L200.


Kalo mau ngirit mari kita bertukar serial number tinta.
Untuk perbandingan, tinta yang biasa saya pakai merk sp**d 1 liter harganya 125rb. sedangkan tinta bawaan epson harganya perbotol kecil 60rb. Jadi utk sama2 1 liter selisihnya sudah diatas 600rb.

Saat  ini saya sudah mendapatkan 9 serial number untuk botol tinta hitam, dan 3 serial botol tinta merah, 3 serial tinta warna kuning, dan 3 serial tinta warna biru.
bagi yang mau tukeran serial number tinta epson, bisa posting serial anda melalui comment (cantumkan email anda) disini berikut foto tinta sebagai bukti, atau silakan sms dulu ke 081xxxxxxx

Saya tidak akan publish di blog ini.  Balasan akan saya kirim via email
(maaf berhubung banyak yang malah konsultasi masalah problem printer, apalagi via sms bikin males balesinnya, no hp saya hapus dan sementara tidak terima tukeran serial lagi)

 
Mungkin masih ada di antara sobat L100 yang kesulitan untuk melakukan instalasi sendiri Epson L100/L200-nya. Untuk tips pertama, kita mulai dengan prosedur pengisian tinta. Berikut kami berikan tipsnya.
PROSEDUR PENGISIAN TINTA
1.  Pastikan printer dalam keadaan menyala/hidup.
2.  Lepaskan tanki tinta dari kaitan printer dengan cara mengangkat ke atas (1), lalu dibaringkan (2).





3.  Buka penutup tanki tinta (1), lalu lepaskan penyumbat tanki tinta (2).
4.  Sekarang, ambil botol tinta, lepaskan penyumbatnya, lepaskan penutup botol dengan cara memutarnya, lalu lepaskan pelindung plastik dari botol, kemudian tutup kembali botol tersebut dengan rapat.
5.  Isi tanki tinta bersesuaian dengan warnanya. Tuangkan tinta sampai tanki terisi penuh. Jangan menyisakan tinta dalam botol karena ukuran tanki tinta sesuai dengan isi dalam botol tinta. Setelah selesai, jangan lupa menyimpan botol yang sudah dipakai karena ID tinta yang tertera di botol akan digunakan pada saat charging.
6.  Sumbat kembali tanki tinta yang sudah diisi, lalu kembalikan penutup tanki tinta seperti posisi sebelumnya.
7.  Kaitkan kembali tanki tinta ke printer.
 
 
8.  Pastikan pengunci tinta (choke valve) mengarah ke atas, bukan ke bawah atau ke samping.
Selesai sudah prosedur pengisian tinta. Tips berikutnya adalah prosedur instalasi, termasuk pemasukan ID tinta.
————–8<——————————————————–
Sobat L100 tercinta,
Tips yang kedua ini akan membahas tentang prosedur instalasi driver Epson L100/L200 sampai dengan pengisian ID tinta. Jika sobat L100 belum memahami prosedur pengisian tinta, silakan baca kembali Tips 1.
PROSEDUR INSTALASI
1.  Sebelum instalasi driver, pastikan KATUP PENGUNCI (CHOKE VALVE) sudah mengarah ke atas. Posisi katup pengunci ke arah bawah apabila printer akan dipindahkan ke tempat lain. Pada saat setelah selesai pemindahan atau posisi siap untuk mencetak dan selama mencetak, maka katup pengunci tinta harus mengarah ke atas (seperti pada gambar di bawah)
2.  Lakukan instalasi driver melalui CD Driver yang disertakan. Di aplikasi Epson Install Navi, pilih Easy Install. Ikuti langkah demi langkah.
Silakan menghubungkan kabel USB dari komputer ke printer pada saat diminta dengan sebelumnya memastikan kondisi printer sudah dalam keadaan menyala.
3.  Jika instalasi sudah selesai, ikuti langkah berikut:
  • Masuk ke menu Printing Preferences. Caranya klik tombol Start pada Windows, kemudian pilih “Printers and Faxes”.
  • Klik kanan pada printer yang digunakan, lalu pilih “Printing Preferences”.
  • Pada menu “Printing Preferences”, klik tab “Maintenance”
  • Setelah itu, klik “Epson Status Monitor 3″
4.  Akan muncul tampilan “Initial Setup Error”. Tunggu beberapa saat sampai muncul tampilan “Ink Charging%2tos-ak-snc4/hs1227.snc4/155963_127883217271804_118437661549693_166611_6693436_n.jpg” alt=”" />
5.  Akan muncul tampilan seperti di bawah ini. Masukkan ID tinta sesuai dengan warnanya. ID yang dimasukkan dengan benar akan muncul tanda contreng hijau. Jika semua ID sudah dimasukkan dengan benar, lalu klik “Next” seperti di bawah ini. Pastikan setiap tanki tinta sudah terisi penuh. Jika belum, isi tinta ke tanki terlebih dahulu sampai selesai, kemudian klik “Next”.
<img src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hpho2 untuk melanjutkan.
6.  Proses instalasi hampir selesai. Butuh waktu sekitar 20 menit untuk melakukan charging. Selama proses charging, lampu LED pada printer akan berkedap-kedip. Jangan melakukan aktifitas apapun kepada printer selama proses charging tersebut. Setelah proses charging selesai, printer sudah bisa digunakan.
Selamat berkreasi dengan printer Epson L100/L200.
READ MORE

TENTANG PRINTER DAN TEKNOLOGI PRINTER

Posted by dr.printer On Jumat, 21 Januari 2011 0 komentar
Sejarah Printer Dan Teknologi Printing

Teknik cetak mencetak sudah dilaksanakan secara sederhana di Cina pada abad ke-14. Inovasi orang-orang Cina telah berhasil menciptakan tinta dan block printing yang berpengaruh besar terhadap tradisi tulisan. Tetapi perkembangan teknik cetak di Cina tidak sehebat dengan perkembangan yang terjadi di Eropa. Hal ini terjadi disebabkan alfabet Cina memiliki ribuan ideogram spesifik, yang sangat sukar jika diterapkan di mesin tik. 
 
Akibatnya, hampir tidak ada perubahan yang berarti dalam hal efisiensi produksi di Cina sebagaimana yang terjadi di Eropa.

Di awal tahun 1950-an, terjadi perkembangan budaya yang sangat pesat di Eropa yang menimbulkan kebutuhan akan proses produksi dokumen tulisan yang cepat dan murah. Adalah Johannes Guternberg, seorang tukang emas dan usahawan asal Jerman, yang berhasil mengembangkan teknologi mesin cetak yang telah mengubah tehnik mencetak secara revolusioner. Percetakan sendiri mungkin merupakan penemuan yang paling penting pada millennium lalu, walaupun dampak yang ditimbulkannya pada perekonomian global tidak terlalu besar. Penemuan mesin cetak ini memungkinkan Alkitab jadi buku pertama yang diproduksi secara massal.

Sejarah Inkjet Printer
Printer system inkjet diperkenalkan pada tahun1984. dengan inkjet printer dan printer ink cartridge, tugas pencetakan dokumen dan penggantian ink cartridge lebih sering dipergunakan, lebih dipercaya dengan hasil yang lebih bersih dari pada pita atau pengisian toner cartridge.

Pada tahun 1984, penerimaan system ini belum menjadi ketergantungan seperti saat ini. Printer inkjet menggantikan printer system dot matrik, yang mengakibatkan penggantian pita. Tak lama kemudian, pabrik-pabrik printer mulai mengkonsep teknologi inkjet, sesuai dengan tuntutan kemajuan. Beberapa perusahaan mulai menjadi kendali dibelakang kemajuan inkjet. Dan pada tahun 90-an, metode tersebut tersebar luas. Saat ini metode cartridge diperlukan untuk mencetak baik hitam putih ataupun gambar dan photo warna. Perkembangan ink cartridge patut dibanggakan, karena kemampuannya menghasilkan cetakan di atas kertas yang berbeda jenis dan ukuran, pabrik,film dan lain-lain. Printer ini juga digunakan untuk sekolah-sekolah, rumah-rumah dan jutaan orang di seluruh dunia.

Sejarah Laser Printer
Pada tahun 1953, printer dengan kecepatan tinggi pertama kali di kembangkan oleh Remington-Rand yang digunakan di UNIVAC computer. Pada tahun 1938, Chester Carlson memperkenalkan proses cetak basah yang disebut electrophotography yang kemudian hari dinamakan Xerox, yang kemudian berkembang menjadi penemuan teknologi printer laser. Printer laser yang sesungguhnya dinamakan EARS yang dikembangkan di Xerox Palo Alto Research Center, di mulai tahun 1969 dan selesai pada bulan November tahun 1971. tenaga ahli Xerox, Gary Starkweather mengadopsi teknologi copy Xerox menjadi printer laser. Xerox 9700 adalah produk printer laser pertama Xerox dengan teknologi xerographic laser yang di realase tahun 1977. 
 
IBM sendiri memulai teknologi ini dengan IBM 3800 yang dipasang pertama pada kantor pusat akunting di F.W.Woolworth’s North American data Center di Milwaukee, Winconsin tahun 1976. IBM 3800 adalah industri pertama system printer kecepatan tinggi. Mengkombinasikan teknologi laser dan electrophotography. Tahun 1992, Hewlett-Packard memperkenalkan LaseJet 4 yang terkenal, menggunakan resolusi 600 x 600 dot per inch(dpi).

Jenis-jenis Printer
Printer dibedakan jenisnya berdasarkan:

Resolusi cetak

Kecepatan

Media pencetak

Teknik Cetak

Jenis koneksi

Media cetaknyaResolusi cetak

Pengertian resolusi pada printer adalah kemampuan printer dalam menciptakan jumlah titik dalam satu inchi persegi. Misalnya, resolusi 720x 720 dpi (dot per inch) berarti printer tersebut dapat membuat 720 titik per 1 inchi vertical dan 720 titik per 1 inchi horizontal
Keterangan mengenai resolusi cetak dalam sebuah printer biasanya diberikan pada manual book atau tempelan pada stiker di belakang sebuah printer.

Kecepatan
Kecepatan printer dinyatakan dalam PPM (page per minute). Semakin cepat dan semakin tajam tampilan yang dihasilkan, harga printer itupun semakin mahal. (idem)
Kecepatan sebuah printer bergantung pada memori yang terdapat di mainboard dan jenis media pencetaknya.

Media Pencetak
- Pita
Pita digunakan sebagai media pencetak pada printer dot matrik. Printer jenis ini biasanya menggunakan head dengan system kerja menitikkan jarum-jarum sesuai dengan tampilan yang akan dicetak. Head jenis ini disebut dot matrik, karena jarum yang membentuk matrik berupa titik mengikuti hasil yang akan dicetak. Head terdiri dari 9 pin dan 24 pin. Pin tersebut adalah jarum yang tersedia dalam head. Semakin banyak jarum yang ada (24 pin) semakin bagus hasil cetak.

Termasuk printer jenis ini seperti Epson LX-800, Epson LQ 2170, dll.

- Tinta
Printer jenis ini menggunakan tinta sebagai media pencetaknya. Head yang digunakan adalah jenis head yang mengatur keluarnya tinta sesuai dengan hasil cetakan. Head jenis ini biasa disebut cartridge.

Termasuk printer jenis ini adalah printer inkjet, deskjet (produk HP) dan bublejet (Produk Canon).

- Toner
Printer jenis ini menggunakan toner sebagai media cetaknya. Toner adalah bubuk yang digunakan sebagai pencetak dengan cara di “taburkan” pada media cetak (seperti kertas) sesuai dengan hasil yang akan dicetak, lalu dipanaskan menggunakan cahaya. Prinsip kerja seperti ini juga dilakukan oleh mesin foto copy.

Termasuk printer jenis ini adalah Printer HP laserjet 6L, dll.

Teknik Cetak
Berdasarkan teknik cetak, dikenal dua macam printer yaitu impact dan non impact. Impact adalah printer yang melakukan teknik cetak dengan cara menekan (memukul) jarum head ke pita, sedangkan non impact ialah printer yang melakukan teknik cetak dengan cara menyemprot, termasuk jenis ini adalah printer inkjet dan toner.

Jenis Koneksitas
Jenis koneksitas printer terdiri dari:

Parallel PortParallel port adalah jenis koneksitas awal/pertama yang disediakan oleh computer untuk melakukan koneksi dengan printer. Parallel port terdiri dari port yang memiliki 25 pin (DB25). Masing-masing pin memiliki fungsi yang berbeda. Diantaranya ada yang memiliki voltase, ground, output data dan input data.
Termasuk jenis printer ini adalah printer-printer generasi lama dan dot matrik.

2. USB Port
USB atau Universal Serial Bus adalah jenis port yang digunakan untuk berbagai keperluan, sesuai dengan namanya. Dengan USB, koneksi printer bias dilakukan dengan kecepatan yang lebih baik. Kelemahannya, dengan koneksi ini, koneksitas hanya bias dilakukan saat operating system telah berjalan, tidak bias dilakukan di MS-DOS, karena USB Port baru bias di deteksi di operating system seperti Windows.

3. Lain-lain
Teknologi printing, seperti halnya teknologi lainnya, berjalan sesuai dengan perkembangan jaman. Bermacam bentuk koneksitas dilakukan, tidak hanya untuk printer, tetapi juga peripheral lain, seperti handphone. Koneksitas seperti dengan infrared dan bloothoot banyak dijadikan pilihan. Jadi bukan hal yang tidak mungkin, bila saat ini teknologi printer sering menggunakan parallel dan USB port sebagai koneksitasnya, suatu saat banyak koneksitas yang lebih baik akan digunakan dalam teknologi printing.

Media Cetak
Berdasarkan Jenis Media Cetak

- Kertas
Kertas adalah media cetak yang umum digunakan adalah kertas. Kertas dipergunakan hampir untuk semua kebutuhan pencetakan skripsi, karya tulis dan pekerjaan kantor.
Hampir semua jenis printer mengkondisikan kertas sebagai media cetaknya.

- Photo paper
Berkembangnya teknologi, menuntut perkembangan dalam teknologi printing untuk pemakaian perumahan. Dengan teknologi photo printing, kita tidak perlu bersusah payah untuk melakukan cetak dari sebuah handphone atau photo digital. Beberapa jenis printer keluaran terbaru hampir semua menyertakan fitur photo printing. Kita tinggal membeli photo paper, maka kita bisa melakukan cetak photo dirumah.
Untuk hasil yang lebih baik, sebuah photo printing, biasanya menggunakan 5 buah tinta, yaitu, Black, Cyan, Magenta, Light Cyan, dan light Magenta.

- Kain & Media Ruang luar
Teknologi ini dikenal dengan digital printing. Biasanya digunakan oleh perusahaan-perusahaan periklanan atau advertising sebagai media ruang luar, termasuk di dalamnya penggunaan untuk spanduk, reklame, dll.
Berdasarkan ukuran media cetak

- Printer
Printer yang kita maksud disini adalah printer yang umum kita gunakan dan juga dipergunakan di kantor-kantor dan sekolah-sekolah. Umumnya printer menggunakan kertas dengan ukuran folio, A4, dan paling besar yang digunakan adalah double folio atau A3.

- Plotter
Plotter adalah printer yang mampu melakukan cetak dengan ukuran yang besar, biasanya bias mencetak sampai ukuran lebar A0 dengan panjang yang jauh lebih besar lagi. Plotter ini sering digunakan untuk pembuatan spanduk dan media ruang luar (reklame).

Plotter menurut devinisi kamus TI (Ilmukomputer.com, Kamus TI, Abu Sahl) adalah: Printer grafis yang menggambar dengan menggunakan pena-pena tinta, plotter juga merupakan perangkat output pertama yang mampu mencetak gambar berukuran gambar sebesar gambar arsitektur dan engineering.

Plotter biasanya juga bergabung fungsinya sebagai cutting, yaitu memotong kertas, terutama untuk pemotongan stiker, dll.
READ MORE

Printer Epson L 100 dan L 200

Posted by dr.printer On Selasa, 19 Oktober 2010 0 komentar
READ MORE

Perbedaan tinta Dye dan tinta Pigment itu Apa?

Posted by dr.printer On Minggu, 10 Oktober 2010 0 komentar
Seringkali kita jenis tinta di printer menyebutkan Dye Ink atau Pigmented Ink, apakah perbedaan mengenai kedua jenis tinta ini, informasi apa yang kita perlu tahu untuk menentukan jenis tinta printer yang kita gunakan.

1. Tahan Air (Water Resistance)
Tinta Dye akan larut dalam air seperti gula akan larut apabila tercampur di dalam air, sedangkan Tinta Pigment tidak sepenuhnya larut dalam air, lebih seperti campuran tepung dan air.

Karena hal ini, tinta dye mempunyai sifat meresap dan mengalir lebih baik dan ini menjadi tinta standar yang digunakan hampir di semua printer Deskjet/Inkjet. Tapi jenis tinta Dye akan lebih cepat luntur atau mengalir di atas kertas yang terkena air.

Tinta Pigment memiliki partikel kecil seperti bubur serat yang sangat halus yang biasa di gunakan untuk membuat bahan dasar kertas. Apabila Tinta Pigmen telah kering, partikel halus ini lebih meresap kedalam serat kecil yang membentuk kertas.
Sehingga Tinta Pigment lebih tahan untuk tidak cepat luntur, hanya sekitar sekitar 5-10% yang akan terlihat luntur apabila terkena air.

Tahan Pudar (Fade Resistance)

Molekul-molekul pada tinta dye tersebar merata, Anda dapat membayangkan tinta dye di atas kertas mirip dengan pantai yang ditutupi dengan pasir. Karena itu, tinta Dye cenderung lebih cepat pudar, karena semua molekul yang langsung terkena sinar matahari dan reaksi kimia dan menyebabkan tinta cepat memudar. Anda mungkin melihat hasil cetakan dari tinta dye yang terkena sinar matahari langsung akan pudar biasanya dalam waktu 6-12 minggu, meskipun kalau hasil cetaknya terlindung dari udara dan sinar matahari, tinta ini bisa bertahan hingga beberapa tahun.

Namun, dengan teknologi yang makin maju Tinta Dye jenis baru telah dikembangkan awalnya oleh HP dan Epson yang telah meningkatkan hasil cetakan tinta Dye memiliki daya tahan pudar yang lebih baik, hampir setara dengan kemampuan Tinta Pigment.

Tinta Pigment memiliki partikel mirip dengan kerikil besar di pantai. Hal ini jauh lebih sulit bagi sinar matahari dan bahan kimia untuk bereaksi dengan molekul pigment. Tinta pigment biasanya lebih tahan lama selama beberapa bulan sebelum memudar, dan ketika terlindung dari udara dan sinar matahari, tinta ini bisa bertahan selama bertahun-tahun.

Tinta berpigment Khusus adalah Tinta yang di produksi khusus sebagai "Archival Quality" atau kualitas tinta pigment yang tahan lama. Tinta ini menggunakan campuran Tinta pigment khusus untuk meningkatkan kinerja lebih tahan pudar dari jenis Pigment ukuran normal. Hasil yang memudar akan menjadi terlihat saat terkena sinar matahari langsung dalam waktu 6-12 bulan, dan ketika terlindung dari udara dan sinar matahari tinta ini akan tahan selama beberapa dekade.

Kualitas Cetak


Tinta Dye memberikan hasil cetak warna yang lebih kontras dan kaya warna di bandingkan tinta Pigment.
Oleh karena itu, mencetak dengan Tinta warna dye cenderung lebih bagus, Vivid dan mengkilap dibandingkan tinta Pigment. Tinta hitam pigment cenderung sedikit lebih terang daripada hasil cetak menggunakan tinta dye.

Tinta hitam jenis Dye lebih baik digunakan untuk mencetak teks, sedangkan tinta hitam pigment sering dipakai untuk mencetak aplikasi grafis.
Penggunaan Fotografi tergantung pada desain printer secara keseluruhan. Sebagai contoh, HP menggunakan jenis tinta hitam pigment untuk mencetak normal, tapi kartid tinta khusus foto mereka memiliki foto dye-based. Printer Epson 6-warna sering menggunakan tinta jenis dye, sedangkan Printer 4-tinta Epson menggunakan jenis tinta berpigment.
READ MORE